Keunggulan bata merah

Bata atau batako merah merupakan komponen yang hampir selalu ada dalam bahan konstruksi bangunan. Jenis material ini sangat mudah didapatkan sehingga paling banyak digunakan daripada jenis bata lainnya seperti bata ringan. Terbuat dari adonan tanah liat yang kemudian dicetak dan dibakar dalam suhu tinggi, membuatnya memiliki warna kemerahan dengan tekstur kering, padat, yang memiliki beberapa keunggulan serta kekurangan.

Keunggulan bata merah

Harganya yang murah, membuat material ini disukai banyak orang yang ingin membangun hunian. Meski murah, kualitasnya tidak murahan karena sudah terbukti ketahanannya. Selain itu, tak perlu keahlian khusus dalam pemasangannya. Cukup disusun dan direkatkan dengan pasir serta semen sesuai pola. Artinya, Anda bisa lebih berhemat untuk biaya upah pekerja, karena orang yang minim keahlian konstruksi juga bisa melakukannya.

Ukuran bata merah yang relatif kecil (umumnya sekitar 24x12x6 cm), membuatnya mudah diangkut. Ia juga mudah dipasang pada area sempit. Bahkan batako ini juga tahan panas yang dapat memberikan sedikit perlindungan terhadap kobaran api.

Di sisi lain, menggunakan batu bata ini secara tidak langsung Anda turut membantu perekoniman penduduk lokal. Pasalnya, banyak masyarakat yang memiliki usaha membuat batako merah. Salah satu contohnya ada di Desa Kembangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Di sana, banyak masyarakat yang bermatapencaharian sebagai pembuat batu bata dan genteng dari tanah liat.

Kekurangan batako merah

Kekurangan batako merah

Sayangnya, jenis bata ini memiliki kekurangan. Hal ini terletak pada beratnya yang memberikan beban terhadap struktur bangunan. Apalagi material mudah terpengaruh oleh suhu lingkungan. Artinya ia akan menimbulkan suhu panas dan dingin saat musimnya tiba. Akibatnya, suhu ruangan menjadi tak stabil.

Belum lagi penggunaan bahan perekat dari pasir dan semen yang cenderung boros. Hal ini tentunya berimbas pada dana yang dikeluarkan. Selain itu, meski harga bata merah dikatakan murah, rasanya itu tidak sebanding dengan proses pembuatannya.

Ini karena batu bata dibuat secara manual dengan cetakan yang dibuat dari kayu. Bahkan tungku pembakaran juga masih tradisional, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pembuatan hingga batako benar-benar kering dan siap dipasarkan.

Solusi untuk kekurangan

Masalah suhu, seharusnya ini tidak menjadi masalah serius mengingat banyaknya pendingin dan penghangat ruangan yang tersedia di pasaran. Meski, pemasangan benda tersebut memakan biaya, setidaknya bisa dijadikan pertimbangan. Sedangkan perekat, sebaiknya Anda konsultasikan dengan ahli konstruksi bangunan, mengenai perbandingan pasir dan semen serta berapa banyak yang dibutuhkan untuk membuat bata rekat satu sama lain untuk meminimalisir pemborosan.

Lalu, masalah bebannya bisa diminimalisir jika Anda memilih menggunakan bata ringan. Meski ukurannya lebih besar, material tersebut memiliki beban yang lebih kecil. Bahkan, pemasangan juga tidak membutuhkan banyak perekat, sehingga bisa menjadi solusi jika Anda tidak ingin boros pasir dan semen.

Di samping itu, jika batako merah tahan api, bata ringan memiliki daya tahan yang baik terhadap gempa. Apalagi strukturnya yang kedap air dan suara, membuatnya sangat cocok sebagai bahan material pengganti batako merah jika hunian Anda berada di lingkungan yang sering hujan, rawan gempa, dan sangat bising.

Pada dasarnya, setiap material bangunan pasti memiliki keunggulan dan kekuarangan. Maka dari itu, pastikan untuk memilih material yang memiliki kualitas terbaik di antara yang baik dengan pertimbangan matang. Serta sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *